Monday, January 25, 2016

Pertolongan Pertama pada Luka Bakar

Ads336x280

Langkah pertama untuk membedakan luka bakar kecil dari luka bakar besar adalah dengan menentukan luasnya jaringan tubuh yang rusak. Tiga klasifikasi luka bakar, antara lain luka bakar derajat 1, 2, dan 3, akan membantu Anda menentukan tindakan darurat yang harus dilakukan.

Luka Bakar Derajat 1

Luka bakar derajat 1 hanya mengenai lapisan kulit paling luar. Selain itu juga ditandai dengan warna kulit yang memerah, sering disertai pembengkakan, juga nyeri.

Perlakukanlah luka bakar derajat 1 ini sebagai luka bakar kecil. Namun, bila luka bakar ini melibatkan tangan, kaki, wajah, lipat paha atau pantat, atau sendi utama secara luas, maka diperlukan pertolongan medis.

Luka Bakar Derajat 2

Luka bakar derajat 2 adalah ketika luka bakar juga mengenai lapisan kulit kedua (dermis). Luka bakar derajat 2 ditandai dengan kulit melepuh, kulit berwarna merah kuat, terjadi nyeri dan pembengkakan yang parah.

Bila luka bakar derajat 2 ini diameternya tidak lebih dari 7,6 cm, perlakukanlah sebagai luka bakar kecil. Bila luka bakar lebih luas atau bila luka bakar mengenai tangan, kaki, wajah, lipatan paha atau pantat, atau sendi utama, perlakukan luka bakar tersebut sebagai luka bakar besar dan segeralah mencari pertolongan medis.

Pertolongan pertama luka bakar kecil, yaitu luka bakar derajat 1 dan luka bakar derajat 2 yang diameternya tidak lebih dari 7,6 cm, lakukanlah pertolongan berikut:

1. Dinginkan luka bakar tersebut.

Alirilah luka bakar tersebut dengan air sejuk dan mengalir selama 10 – 15 menit atau hingga nyeri reda. Jika hal tersebut tidak dapat dilakukan, celuplah luka bakar tersebut pada air sejuk atau dinginkan dengan kompres dingin. Mendinginkan luka bakar dapat mengurangi pembengkakan dengan menghilangkan panas dari kulit. Namun, jangan menggunakan es untuk mendinginkan luka bakar.

2. Tutuplah luka bakar dengan kasa pembalut steril.

Jangan menggunakan kapas atau bahan lain yang mungkin melekat pada luka. Balutlah luka bakar dengan kain kasa secara longgar untuk menghindari tekanan pada kulit yang terbakar. Membalut luka bakar dapat menghindarkan luka kontak dengan udara, mengurangi nyeri dan melindungi kulit yang melepuh.

3. Berikan obat pereda nyeri bila perlu.

Obat pereda nyeri yang dapat dibeli bebas antara lain, aspirin, parasetamol, dan ibuprofen. Berikanlah bila perlu. Perlu diperhatikan bila memberikan aspirin pada anak-anak atau remaja. Aspirin hanya boleh diberikan pada anak berusia lebih dari 2 tahun. Anak-anak yang berada dalam proses penyembuhan dari cacar air tidak diperbolehkan menggunakan aspirin.

Luka bakar kecil biasanya sembuh tanpa perlakuan lebih jauh. Luka bakar akan sembuh dengan perubahan pigmen, yang berarti daerah yang disembuhkan mungkin akan memiliki warna yang berbeda dengan kulit sekitarnya. Namun, perlu diperhatikan bila ada tanda-tanda infeksi, seperti nyeri yang bertambah, kemerah-merahan pada luka, demam, pembengkakan. Bila infeksi terjadi, segera cari pertolongan medis.

Luka Bakar Derajat 3

Luka bakar ini ditandai dengan terbakarnya seluruh lapisan kulit dan menyebabkan kerusakan jaringan yang permanen atau menetap. Lemak, otot, dan bahkan tulang kemungkinan terpengaruh. Bagian tubuh yang terbakar mungkin berwarna hitam gosong atau tampak kering dan putih. Kesulitan dalam bernafas, keracunan karbon monoksida, atau efek toksik lainnya dapat terjadi bila korban juga menghirup asap.

Untuk luka bakar besar, segeralah mencari pertolongan medis. Lakukanlah langkah-langkah berikut hingga pertolongan medis datang:

1. Jangan melepaskan pakaian yang terbakar. Pastikan korban tidak lagi bersentuhan dengan bahan-bahan yang menyala atau terpapar oleh asap atau panas.

2. Jangan mencelupkan luka bakar besar yang parah dalam air dingin, Dengan melakukan hal ini, dapat menyebabkan penurunan suhu tubuh (hipotermia) dan buruknya sirkulasi dan tekanan darah (syok).

3. Cek tanda-tanda sirkulasi (pernafasan, batuk, atau pergerakan). Jika tidak ada tanda-tanda korban bernafas atau tanda sirkulasi lainnya, lakukan RJP (Resusitasi Jantung Paru).

4. Posisikan bagian tubuh yang terbakar lebih tinggi daripada jantung.

5. Tutupi bagian tubuh yang terbakar. Gunakan kasa pembalut yang sejuk, basah, dan steril; kain bersih dan basah; atau handuk basah.

:)
:(
=(
^_^
:D
=D
|o|
@@,
;)
:-bd
:-d
:p