Thursday, January 21, 2016

Hal-Hal yang Perlu Diketahui Tentang Vitamin E

Ads336x280

Apa itu Vitamin E?
Vitamin E adalah nama generik dari sejumlah senyawa alami atau sintetik. Vitamin E merupakan vitamin yang larut dalam lemak, yang mampu mencegah oksidasi polyunsaturated fatty acid/PUFA (asam lemak tak jenuh). Vitamin E dapat bereaksi dengan radikal bebas, suatu senyawa yang menyebabkan kerusakan oksidatif pada membran sel. Oleh karena itu, vitamin E disebut dengan antioksidan. Senyawa yang paling penting dari vitamin E adalah tokoferol, yang mana alfa-tokoferol adalah senyawa paling aktif dan terdistribusi secara luas di alam.

Manfaat Vitamin E untuk Kulit dan Kesuburan

Apa Efek Samping Vitamin E?
Vitamin E biasanya ditoleransi dengan baik oleh tubuh. Vitamin E dosis tinggi dapat menyebabkan diare, nyeri abdomen, dan gangguan pencernaan lainnya. Selain itu, vitamin E juga dilaporkan menyebabkan pandangan kabur, pusing, kelelahan dan lemah. Dermatitis kontak juga dapat terjadi setelah penggunaan vitamin E dosis besar secara topikal/dioleskan pada permukaan kulit.

Apa Kegunaan Vitamin E?
Vitamin E digunakan untuk mengobati dan mencegah defisiensi vitamin E. Defisiensi atau kekurangan vitamin E itu jarang sekali terjadi kecuali jika asupan vitamin E kurang.  Cara pemberian yang paling disukai adalah melalui oral. Meskipun begitu, vitamin E juga dapat diberikan juga secara intramuskular atau intravena.

Distribusi Vitamin E dalam Tubuh
Vitamin E secara luas didistribusikan pada semua jaringan tubuh dan disimpan pada jaringan adiposa. Beberapa vitamin E dimetabolisme di hati/liver dan beberapa vitamin E diekskresikan atau dikeluarkan tubuh melalui urin. Bila seorang ibu sedang menyusui dan mengkonsumsi vitamin E, maka vitamin E juga akan terdapat pada ASI. Namun, vitamin E tidak dapat menembus plasenta.

Berapa Kebutuhan Vitamin E per hari?
Kebutuhan vitamin E per hari belum dapat dijelaskan secara pasti namun diperkirakan sekitar 3-12 mg d-alfa tokoferol atau ekuivalen/setara dengan senyawa vitamin E lainnya. Kebutuhan akan vitamin E meningkat seiring dengan peningkatan konsumsi PUFA. Dan belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan perlunya suplemen vitamin E pada orang dengan asupan gizi yang seimbang.

Vitamin E terdistribusi luas pada makanan. Sumber makanan yang paling kaya akan kandungan vitamin E adalah minyak sayur, minyak bunga matahari, minyak biji kapas, sereal, dan kacang. Hilangnya kadar vitamin E secara signifikan dapat terjadi selama proses memasak dan penyimpanan.

Sumber: Martindale: The Complete Drug Reference

:)
:(
=(
^_^
:D
=D
|o|
@@,
;)
:-bd
:-d
:p